PKKMB INAMIS 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Keaswajaan, Akademik, dan Tradisi Keilmuan
Rizki Agung Permana
Penulis
.webp%3Falt%3Dmedia%26token%3Dc4a8f8f5-cff6-41ad-8e30-110672b7da8e&w=3840&q=75)
Lamongan, 4 Oktober 2026 — Institut Alif Muhammad Imam Syafi’i (INAMIS) menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada 3–4 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 INAMIS tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, sistem perkuliahan, tradisi keilmuan, serta nilai-nilai yang menjadi pijakan kehidupan kampus.
PKKMB tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengenalan administratif dan kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kesiapan intelektual, moral, spiritual, dan sosial dalam menjalani kehidupan akademik di perguruan tinggi.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah Keaswajaan dan Teologi Sufisme yang disampaikan oleh Gus Qodir, Ketua MWC NU Kembangbahu sekaligus Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Darussalam Kedungklanting, Kedung Megarih, Kembangbahu, Lamongan. Pondok pesantren tersebut dikenal sebagai salah satu lembaga yang mengamalkan dan mengembangkan Tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah.
Dalam penyampaiannya, materi keaswajaan dan sufisme diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak, dan penguatan spiritualitas. Mahasiswa didorong agar tidak hanya menjadi insan akademik yang kritis, tetapi juga memiliki integritas, kedalaman spiritual, serta tanggung jawab sosial.
Materi berikutnya adalah Sistem Informasi Akademik, yang disampaikan oleh Mas Rizki Agung Permana, Kepala Tim IT INAMIS. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai sistem dan mekanisme layanan akademik yang akan digunakan selama proses perkuliahan, sehingga sejak awal mahasiswa memiliki pemahaman mengenai pengelolaan informasi akademik secara efektif dan mandiri.
Sementara itu, Kepala LPPM INAMIS, M. Syafiq Mughni, memberikan materi mengenai Pengenalan Kepada Penulisan Karya Ilmiah. Materi ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik mahasiswa, khususnya dalam membiasakan mahasiswa membaca, berpikir kritis, menyusun gagasan secara sistematis, serta menuangkannya dalam bentuk tulisan ilmiah.
Selain itu, mahasiswa baru juga mendapatkan materi Kefakultasan dan Keprodian yang disampaikan oleh jajaran stakeholder serta para Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan INAMIS. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai struktur akademik, karakteristik program studi, profil lulusan, proses pembelajaran, serta berbagai peluang pengembangan kompetensi mahasiswa selama menempuh pendidikan di INAMIS.
Rangkaian PKKMB tersebut menunjukkan bahwa proses awal kehidupan mahasiswa di INAMIS dibangun melalui tiga fondasi utama: penguatan spiritualitas dan karakter, penguasaan budaya akademik, serta pemahaman terhadap sistem pendidikan dan program studi.
Melalui PKKMB 2026, INAMIS meneguhkan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak, memiliki tradisi keilmuan yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dengan demikian, PKKMB bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru, melainkan menjadi gerbang awal menuju proses transmisi keilmuan dan transformasi peradaban yang menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan mahasiswa di INAMIS.
Rizki Agung Permana
Kontributor Berita Resmi INAMIS